Thursday, 21 June 2007

3 Bulan Fauzan

Kemaren tanggal 19 Juni, anakku, Fauzan Azhima Abdurrahman, kubawa ke RS LNG buat imunisasi... Pas ditimbang, kaget juga aku... Cos berat badannya dah mencapai 6 kg, padahal sebelumnya cuma 4,8 kg... Naiknya lumayan drastis... Padahal lagi, beberapa hari sebelumnya, dia gak bisa pup alias ada gangguan pencernaan... Kupikir kalo berat badannya bakal naik tapi sedikit... Ternyata dugaanku salah... Dia malah bertambah gedhe...

Gendut sih, enggak, tapi berisi... Tiap pagi olah raga bareng Umi, setelah mandi pagi n pijat pagi... Sorenya, abis mandi pijat lagi... Pantes ajha dia tenang... Jarang nangis... Tapi sering ketawa... Apalagi kalo ada ami, ortunya... Hehehe...

Anehnya, meskipun Bontang PANAS, anakku ga mau masuk ruangan berAC.. termasuk pas di RS yang duingin, dia malah pake jaket TUEBEL... Hehehe...

Dah ah, dia nangis nih... Minta PULANG dari WARNET...

                            

Tuesday, 22 May 2007

3 Minggu di Bontang

Alhamdulillah, sekarang dah bisa kumpul dengan suami. Setelah sekian lama menikah, baru kali ini punya "rumah" sendiri meskipun kecil dan dengan perabot rumah sederhana lainnya. Cukuplah untuk keluarga kecil kami.

Bontang, hampir 3 minggu sudah aq manginjakkan kaki di tanah pulau Borneo ini. Perjalanan 6 jam dari Balikpapan tak membuat kami surut untuk mendatangi seseorang yang kami cintai, Abi. Hehehe.

Bontang panas. Kalo siang sampe hampir 37 derajat celcius suhunya. Kalo malam, sampe saat ini masih 24 derajat celcius suhu terendahnya. Si Fauzan kalo siang ngrengek terus minta dimandiin lagi. Tapi kalo malam, meskipun kami berselimut, dia tetep ajha ga mau pake selimut. Yah GPP lah, pokoknya ga nangis ajha.

Bontang 3 minggu ini, cukup membuatku lega. Cos disini aku ngerasa sama kaya di Bandung. Banyak ikhwah. Bapak n Ibu kost kami kan ikhwah juga... Alhamdulillah... Bisa saling menguatkan.

Tapi ga enaknya Bontang, APA-APA MAHAAAAAAAAAL... Masa jilbab kain di bandung 43rb dapet 2, disini 43rb dapet 1? Kaos kaki akhwat yang biasaya 7500, disini 10rb? makanya aku segera menghubungi Afie untuk dibelikan di Bandung, n dikirim ke Bontang untuk aku...  Hehehe... Ngrepotin nich, ceritanya...

Btw, dah dulu deh critanya... Oia, Fauzan, my son, beratnya dah hampir 5 kg, n panjangnya 56 cm, naik 8 cm dari panjang lahirnya. Dia dah bisa miring2, nyeloteh, ketawa kalo dikudang, ngajak ngobrol Umi Abinya, "olah raga", main sendiri, nangis, ngangkat kepala kalo ditengkurepin, etc... Wah senangnya jadi istri n Umi...

Buat yang blom nikah, cepet nikah yah... Hehehehe...

Saturday, 07 April 2007

SECTIO Anak Pertamaku...

Alhamdulillah... Akhirnya lahirlah putra pertama kami... Fauzan Azhima Abdurrahman... (Tadinya mau dikasih nama Umar Al Farouq, tapi ga jadi)... Lahir di RSUD Sidoarjo tanggal 17 Maret 2007 pukul 09.35 WIB dengan berat 3200 gr dan panjang 48 cm berjenis kelamin laki-laki secara sectio (sesar)...

Masuk ruang operasi dengan sadar, operasi pun hanya bius lokal... Walhasil, semua kata dokter aq dengar... Ketika selesai operasi, putraq ga nangis sampai 5 menit...Kebanyakan bayi lahir dengan sectio, terlambat nangis... Trus, aq diberi obat tidur... Aq tertidur dari pukul 09.45 sampai 11.10... Setelah aq bangun, aq dipindah ke ruang ICU untuk observasi... Anastesi di tubuhq masih belum hilang, jadi aq belum merasakan sakit... Ketika anastesi mulai hilang, MASYA ALLAH... Aq merasakan sakit yang sangat luar biasa di perutq...

Sangking sakitnya, sampe kata perawat yang ada disana, tensiq jadi 140, dan aq harus diberi obat tidur lagi n oksigen, padahal aq tidak merasakan sesak nafas... Yah, namanya juga prosedur standar perawatn di RS kan demikian... Hehe...

Aku terbangun saat hari sudah sore, sekitar pukul 16.35 WIB... Ternyata ada suamiq di samping... LHO KOK DIA BISA MASUK RUANG ICU ya??? Mungkin, perawat disana membaca statusq... Walhasil, suamiq boleh masuk... Alhamdulillah... Aq masih merasakan sakit luar biasa di perut bagian bawah... Untuk menenangkan hatiq, kuminta suamiq membacakan surat Ar-Rahman dan Al-Ma'tsurat... Aq mengikutinya perlahan... Alhamdulillah, sedikit demi sedikit aq lebih tenang dan sakitnya mereda...

Suami minta izin kepadaq untuk kembali ke kamar, karena hampir Maghrib... Tentu saja aq memperbolehkannya... Setelah dia pergi, perawat bilang supaya aq bergerak miring kiri-kanan... Supaya bisa kentut, katanya... Gimana mau gerak, pikirq... Wong suakitnya bukan main... Tapi, aq turuti saja... Seperti kata suami sebelum masuk ruang operasi pagi harinya... "Umi, nanti kalo perawatnya udah nyuruh Umi bergerak, Umi cepet gerak ya... Jangan dieman-eman"... Tapi tgetep ajha aq ga bisa kentut...

Pukul 19.00 aq diperbolehkan meninggalkan ruang ICU dan "DIGELEDEK" ke kamar... Alhamdulillahnya, suamiq menitipkan jilbabq ke perawat sebagai ganti penutup kepala ruang ICU...

Sampai di kamar, aq minta minum air putih, padahal blom boleh minum sebelum aq bisa kentut lagi... Tapi aq haus, dan suami kasian melihatq minta minum... Akhirnya aku dikasih juga... Dia bilang, "Seteguk ajha, ya Mi"... Tapi aq minum sampai 3 taguk... Hehehehe... Nakalnya aq...

Yah... Gitu deh pengalamn pertamaq melahirkan... Alhamduilillah semuanya sehat sekarang... Aq sudah bisa beraktivitas lagi... Bayiq sudah sehat... Minumnya buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak... Alhamdulillah... Tak henti-hentinya kata itu kuucapkan...

Sunday, 18 February 2007

PULANG... PULANG... PULANG...

Hari ini, aku mau pulang ke Sidoarjo...

"Adek, jangan nakal ya... Nanti di perjalanan jangan bikin Umi sakit or kebingunan sendiri yah... Umi nanti pulang ke Surabaya sendiri, soalnya... Trus, bawa barang banyak... Adek jangan nakal ya... Yang baik di perut, ya... Nanti kalo udah lahir, nyusul Abi ke Bontang naik pesawat..."

Ya... Ya... Ya... Abisnya, nih Adek nakallll banget, kuat banget tendangannya... Sekarang ajha, si Adek lagi lari2... Hehehehehehehe... Maklum, aku juga blom sarapan pagi... Si Adek berontak minta makan... "Bentar, ya Nak... Umi masih ngurus sesuatu di Jurusan... Sabar..."

Buat TW, bukan 2 - 0... Tapi 3 - 0... 1 - 0, Aku dah nikah... 2 - 0, Aku dah mau punya "buntut"... 3 - 0, Aku dah SIDANG... Hehehehehehe... Tuh kan...

Cerita Bagus [Ibu}

softdrink_82 - [ Ibu ] Jakarta,

Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang
kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita
melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan
berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif
atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.

Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang
terjadi pada 2003.

Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah
sakit di Jakarta. Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi
penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan.
Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah
terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang
tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter
berkata, "Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu".
Sayapun menjawab "Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap
pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta
izin saya" Dokter itu menjawab "Karena obat yang ini mahal Pak Jamil.
"Memang harganya berapa dok?" Tanya saya.
Dokter itu dengan mantap menjawab "Dua belas juta rupiah sekali suntik."
"Haahh 12 juta rupiah dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?
Dokter itu menjawab, "Sehari tiga kali suntik pak Jamil".

Setelah menarik napas panjang saya berkata,
"Berarti satu hari tiga puluh enam juta, dok?"
Saat itu butiran air bening mengalir di pipi.

Dengan suara bergetar saya berkata, "Dokter tolong usahakan sekali
lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang
Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan."
"Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta
bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami
deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena
istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu
kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya,
pak." jawab dokter.

Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat
ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, "Ya Allah Ya
Tuhanku. aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu,
akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan
Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah
aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku. gerangan keburukan apa
yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku
yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku
begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan
Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun
mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku.
Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah
Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini."

Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan
kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam
keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya
sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri
mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75
saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata
berkata, "Pokoknya yang ngambil uangku kualat. yang ngambil uangku
kualat." Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh
ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa
sayalah yang mengambil uang itu.
Usai berdoa saya merenung, "Jangan-jangan inilah hukum alam dan
ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya
akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah
penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan
mengambil uang yang ia miliki itu." Setelah menarik nafas panjang saya
tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga
buah hati saya.

Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya
bertanya kepada ibu saya "Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan
uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang
lalu?"
"Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil,duit
itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada
yang ngambil," jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban
itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

Sambil terbata saya berkata, "Ibu, maafkan saya. yang ngambil uang itu
saya, bu. saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf. saat nanti
ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu."
Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon
saya dengar ibu saya berkata: "Ya Tuhan pernyataanku aku cabut, yang
ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil
adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja
isterimu agar cepat sembuh." Setelah memastikan bahwa ibu saya telah
memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa
darinya. Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di
ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata
"Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas.
Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan
operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu." Bulu kuduk saya
merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya
berkata. "Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan
dokter."

Saya meninggalkan ruangan dokter itu.... dengan berbisik pada diri
sendiri "Ibu, I miss you so much."
Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller
KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

Thursday, 15 February 2007

35 Minggu...

35 minggu bakal jadi ibu... Rasanya, dah pengen liat mukanya kaya gimana... Mirip Abi ato Uminya yah??? Jangan-jangan ga' mirip kami ber2... Tapi malah mirip eyangnya... Hehehehe...

Alhamdulillah, dah kelar sidang... Critanya, aku dah ST... Hehehehe... Tapi revisi baru dikerjain n dikumpul hari ini... Padahal batas pengembalian hari Kamis kemaren... But, GPP lah... Semoga ibu Retno mau paham... Hehehe... Amin...

Tadi aku test TOEFL yang ke 3 di STT... Tapi aku ga konsen... Kos lagi NGUANTUUUUUUUUUkkkk PUOLLLL.... Mana si Adek di dalam perut lagi maen futsal... Aduh, bikin sakiiiiiiiiitt...

Eh dah dulu yah... nanti disambung lagiii...

Monday, 05 February 2007

34 Minggu...

Minggu ini minggu ke 34, berarti tinggal 8 minggu lagi, insya Allah, janinku melihat dunia... Wah, ga sabar pengen liat mukanya... Mirip siapa yah??? Uminya, ato Abinya...

Di minggu ini, janinku stres juga... Sama seperti Uminya yang stres mo ngadepin SIDANG tanggal 8 Februari besok... Iya nih, maklum ABSTRACTS nya dah salah, Lampiran gak lengkap, REKOMENDASI kurang tajam... Sepertinya harus direvisi sekarang, supaya nanti dah ada jawaban kalo ditanya penguji...

Tadi, aku tes TOEFL... Nyoba ajha... Padahal gak belajar sama sekali... Bisa nyampe 475 ga ya??? Nanti Jum'at 9 Feb rencananya mo ikut lagi... Mo mencoba lagi... Hehehe... NGERI juga yah...??? GRIGO gitu...

Tapi GPP lah... Namanya juga hidup, jadi ujian juga harus dihadapi... Termasuk SIDANG dan TES TOEFL... Hehehehe... CHAYO!!!! Me and My Baby!!!

Monday, 08 January 2007

30 Weeks To Be Mom...

Alhamdulillah, sekarang dah masuk minggu ke 30 perkembangan janinku (dihitung dari HPHT, atau minggu ke 28 konsepsi). Bayiku ternyata kurang besar lingkar perutnya... Protein yang aku konsumsi kurang banyak, jadinya aku harus menambah asupan protein per hari 2 x lipat dari sebelumnya. Cos, kata dr.SPOG, perkembangan lingkar perut bayiku terlambat 2 minggu... Tapi Alhamdulillahnya, FL (Femur Length), Lingkar kepala (lupa namanya), n perkiraan berat badan janin, normal. Ga terlalu besar ato kecil...

Alhamdulillah lagi, berat badanku tidak naik drastis, cuma jadi 62 di minggu ini, berarti 10kg naik dari masih gadis... Lumayan...

Di jalan, banyak yang mendatangiku dan menanyakan apa kabar janinku. Yah, kubilang saja, Alhamdulillah dia sehat... Banyak yang mau pegang perutku... Pengen ngrasain tendangannya... Kejadian lucu pas Anggino pegang si Adek dalam perutku, saat itu si Adek lagi nendang kenceng banget, akibatnya Anggino takut pegang lagi... Hehehehe...

Padahal sudah banyak yang nanya apa jenis kelamin bayiku nanti, dan aku jawab Insya Allah laki-laki... Eh, besoknya dia nanya lagi, apa jenis kelamin bayiku... ya udah, ga akan bosen aku menjawabnya... Cos, begitulah perasaan calon ibu yang pertama kali mau punya baby... BUAHAGIAAAAAAAAAAAAAA...

Dah dulu ah... Kapan-kapan disambung lagi....

Monday, 04 December 2006

My Baby 25 weeks...

Apa kabar janinku...??? Kabarnya, Alhamdulillah baik... Aku merasakan semakin kuatnya tendangannya di dalam perutku... Subhanallah... Ada kehidupan baru yang akan aku lahirkan dari rahimku... Sebuah peradaban baru akan terlahir dari benihku... Benih aku dan suamiku...

HPku malang... HPku sayang....

Baru 3 minggu dipake, eh dah rusak lagi... Padahal, barusan ajha di serpis ke dealer resmi Ben-Q Siemens selama 1 bulan... Sedih banget... Jadi deh ga bisa calling my husband... Cuma mau bilang that "we love you, Abi...", gak bisa... Padahal tiap pagi minimal aku SMS beliau kaya gini, "HOPE this day is better day than yesterday, and HOPE Allah always blessing you, Abi..."

Ah... Sedihnya.... Dah jauh dari suami, HP pun kini mati... Padahal dah gak bisa bikinin teh tiap pagi, nyiapin sarapan, or mencium tangan suami kalo mau berangkat kerja... Tapi GPP... Aku yakin, suamiku gak akan kurang sayangnya untukku...

Hehehe...........